Abstrak Peran Perempuan dalam Mengadopsi Teknologi Informasi dan Mengembangkan Usaha Kecil Menengah Batik di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) peran perempuan dalam mengadopsi teknologi informasi pada UKM Batik di Kabupaten Bantul DIY; 2) peranan perempuan dalam mengembangkan UKM Batik
Tanpakualitas yang baik, pengecetan air brush tidak akan bertahan lama karena sebenarnya usaha ini termasuk jenis usaha yang membutuhkan tenaga ahli dan tidak bisa dikerjakan oleh sembarang orang. Menjual Produk Daur Ulang; Usaha yang jarang tapi dibutuhkan selanjutnya adalah menjual produk daur ulang.
Andajuga bisa bertanya kepada teman atau kerabat untuk bisa mendapatkan pengrajin mebel yang sudah berpengalaman. Begini Proses Bikin Lemari Di Pengrajin Mebel Yang Berpengalaman. Perkembangan zaman yang semakin canggih dan modern ini membuat banyak orang bisa mendapatkan banyak informasi mengenai apa saja.
Makadari itu pemilihan tempat untuk toko fisik harus memperhatikan aspek strategis. Lokasi yang dipilih seyogyanya memiliki ukuran yang luas agar bisa menampung banyak Mebel. Lokasi juga harus mudah di akses untuk memudahkan proses distribusi barang. Pastikan lokasi usaha mebel tidak terlalu dekat dengan kompetitor, agar persaingan mendapatkan
diantaranyaadalah memiliki sifat yang padat karya atau lebih banyak menggunakan tenaga kerja dan biaya pekerja yang masih tergolong murah. Dalam hal pembuatan produk, industri kecil masih tergolong sederhana sehingga pekerja yang dibutuhkan tidak perlu untuk berpendidikan tinggi. Pemilik usaha memakai uang sendiri untuk
Menjalinkerjasama dengan pelaku usaha yang membutuhkan perabot. furniture. Menyediakan jasa antar barang furniture baik dalam kota maupun luar kota. 1.4 Keunggulan Usaha Keunggulan yang ditawarkan dari usaha ROSEWOOD Meubel & Furniture antara lain: Produk yang ditawarkan beragam mulai dari lemari pakaian, rak sepatu, rak buku dan meja portable.
tYyqt. Peluang Usaha Mebel – Di era modern seperti sekarang ini, kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan untuk membangun suatu usaha. Persaingan usaha yang ketat dan minat masyarakat yang meningkat, menjadi salah satu alasannya, Salah satu usaha yang menjanjikan adalah usaha mebel. Minat masyarakat terhadap penjualan mebel pun ikut meningkat. Tak mengherankan jika beberapa orang tertarik dan melirik untuk memulai bisnis mebel, baik sebagai sumber penghasilan utama maupun sampingan, Prospek Usaha MebelModal Usaha MebelKeuntungan Usaha MebelKelemahan Usaha MebelTips Menjalankan Usaha Mebel bagi Pemula Prospek Usaha Mebel Bisnis usaha mebel saat ini tengah bersinar. Ketertarikan masyarakat terhadap perlengkapan rumah tangga seperti meja, kursi, lemari, rak, dan mebel lainnya mulai meningkat dari tahun ke tahun. Bagi sebagian orang, mebel yang berasal dari bahan dasar kayu dianggap memiliki nilai seni yang lebih tinggi. Mebel kayu juga dianggap memberi kesan alami, lebih menarik, dan lebih eksotis. Seperti yang kita ketahui bahwa meja, kursi, dan lemari menjadi kebutuhan yang wajib ada di setiap rumah. Siapa yang tidak membutuhkan mebel untuk melengkapi dan mempercantik rumah? Hampir setiap rumah pasti membutuhkannya. Belakangan ini, peminat kursi kayu meningkat cukup tajam dibanding sofa. Hiasan atau ornamen dinding dari kayu juga tengah digandrungi masyarakat. Hal ini tentunya bisa dijadikan peluang usaha dengan prospek yang menjanjikan. Selain laris di pasar lokal atau domestik, mebel dan ornamen berbahan dasar kayu juga diminati di pasar luar negeri mancanegara. Terbukanya pasar internasional akan membuat bisnis mebel dapat berkembang dengan pesat merambah pasar dunia yang lebih luas. Meski memulai sebuah usaha bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, sebagai pemulai Anda tidak perlu takut mencoba. Ada beberapa tips dan langkah-langkah bagi pebisnis pemula seperti Anda yang ingin mencoba peruntungan dari bisnis mebel yang menjanjikan. Modal Usaha Mebel Sebelum Anda ingin membuka usaha, hal terpenting yang harus Anda siapkan adalah modal. Anda tidak akan bisa memulai usaha apapun tanpa adanya modal. Dibandingkan dengan usaha bengkel motor atau usaha makanan kecil-kecilan yang membutuhkan modal sedikit, usaha bisnis mebel membutuhkan modal yang cukup banyak. Usaha ini membutuhkan alat perlengkapan produksi dengan biaya yang cukup tinggi. Selain menyiapkan dana untuk alat produksi, Anda juga perlu menyiapkan dana untuk membeli bahan baku mebel, gaji pekerja, dan biaya operasional lainnya. Melakukan survei harga alat produksi dan bahan baku juga perlu Anda lakukan sebelum benar-benar terjun ke dalam bisnis ini. Usahakan untuk menyusun rancangan dengan matang, agar usaha yang Anda jalankan dapat berjalan dengan lancar. Berikut adalah rancangan modal usaha yang harus Anda siapkan untuk memulai bisnis mebel. 1. Biaya Alat Produksi Untuk memulai bisnis ini, setidaknya Anda harus memiliki alat-alat produksi untuk menunjang produksi mebel yang akan Anda jual. Berikut rincian perkiraan harga peralatan yang Anda butuhkan. No. Nama Barang Harga Satuan Jumlah Barang Total 1. Bor Tangan 2 2. Bor Duduk 1 3. Mesin Bobok 1 4. Mesin Asah Mata Pisau 1 5. Mesin Amplas 1 6. Kompresor 1 7. Serkel Meja 1 8. Mesin Profil Kayu 1 9. Mesin Serut 1 10. Generator 1 11. Palu 2 12. Kuas Cat 5 13. Sensor 1 Total Biaya 2. Biaya Gaji Pekerja Selain alat produksi, Anda juga perlu menyediakan dana bagi pekerja. Gambaran besaran gaji pekerja dalam kurun satu tahun 12 bulan sebagai berikut. Tiga orang pekerja produksi x = x 12 bulan = Satu orang karyawan toko x = x 12 bulan = Jadi, total biaya gaji pekerja selama setahun yaitu 3. Bahan Baku Pembuatan Mebel Untuk pemilihan bahan baku, Anda dapat memilih jenis kayu yang berkualitas untuk dijadikan furniture. Beberapa jenis kayu yang memiliki kualitas baik, unik, dan tahan lama misalnya kayu jati, mahoni, pinus, cedar, nyatoh, dan ramin. Jenis kayu di atas banyak digunakan karena memiliki serat yang bagus, ketahanan yang baik awet, dan harga yang cukup terjangkau. Berikut gambaran biaya bahan baku yang diperlukan. No. Nama Barang Harga Satuan Jumlah Total Harga 1. Kayu Balok buah 2. Cat Plitur 300 kaleng 3. Paku ons 4. Lem Kayu 300 botol Total Biaya 4. Biaya Penunjang Untuk menunjang kegiatan produksi dan pemasaran produk, Anda juga harus menyediakan dana untuk kebutuhan listrik dan alat transportasi. Listrik merupakan salah satu kebutuhan vital. Dalam usaha ini. Selain untuk kegiatan produksi barang karena alat-alat produksi sangat membutuhkan listrik. Listrik juga sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pemasaran produk, yaitu dengan pemasangan telepon. Karena produk yang Anda jual berupa mebel, Anda juga akan membutuhkan sarana transportasi untuk memudahkan proses pendistribusian barang. Berikut gambaran rincian biaya penunjang. Listrik x 12 bulan = Bensin x 12 bulan = Servis Mobil = Total Biaya = Jadi, untuk perkiraan biaya peralatan, gaji pekerja, bahan baku, dan biaya penunjang secara keseluruhan sebesar + + + = Keuntungan Usaha Mebel Saat Anda memulai suatu usaha, yang akan terlintas di pikiran adalah keuntungan yang didapat. Dengan besaran modal yang Anda keluarkan, berikut adalah kisaran keuntungan yang Anda peroleh dari hasil penjualan produk mebel. No. Nama Barang Jumlah Jangka Bulan Harga Jual Total 1. Meja 10 12 2. Kursi set 10 12 3. Rak buku 10 12 4. Rak buku kecil 10 12 5. Lemari 10 12 6. Meja belajar 10 12 Total pendapatan Dari hasil penjualan produk, penghitungan total pendapatan – biaya produksi yaitu = dalam kurun waktu 12 bulan atau satu tahun. Jadi, pendapatan selama sebulan yaitu atau sekitar per hari. Rincian di atas hanya gambaran enjualan terendah. Anda dapat mematok target Anda sendiri dan pencapaian yang ingin Anda raih untuk meraup untung yang besar. Misalnya Anda menargetkan pendapatan dalam sehari minimal sebesar Jika dalam kurun waktu 30 hari, maka pendapatan kotor yang Anda peroleh kurang lebih sebesar Keuntungan yang sangat menggiurkan tentunya sebagai pebisnis pemula. Keuntungan lain yang didapat dari usaha ini adalah pesaing bisnis yang tidak terlalu ketat. Tingginya modal yang harus dikeluarkan untuk memulainya, membuat bisnis ini tidak memiliki banyak peminat. Hal ini dapat Anda manfaatkan sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan. Rendahnya pesaing bisnis mebel yang akan Anda geluti, akan mempermudah Anda dalam meraup keuntungan yang besar. Meski begitu, Anda harus tetap cerdik dan cermat dalam merancang strategi pemasaran yang matang untuk mencapai hasil penjualan yang Anda harapkan. Keuntungan lainnya adalah terciptanya lapangan pekerjaan bagi orang lain yang membutuhkan. Semakin besar usaha yang Anda jalankan, maka tenaga kerja yang dibutuhkan juga akan semakin banyak. Anda akan sangat membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Indonesia. Kelemahan Usaha Mebel Saat Anda menjalankan usaha, perlu Anda ketahui bahwa tidak hanya keuntungan saja yang akan Anda nikmati. Dalam usaha apapun, tentunya ada kelemahannya. Berikut kelemahan pada bisnis ini. Seiring perkembangan zaman yang semakin maju, pesaing bisnis mebel akan terus bertambah melihat keuntungannya besar yang ditawarkan oleh usaha ini. Harga bahan baku akan semakin mahal dari waktu ke waktu karena berkurangnya hutan/lahan penghasil kayu sebagai dampak pertumbuhan masyarakat dan bisnis perumahan yang meluas. Selalu membutuhkan ide-ide cemerlang yang inovatif dan kreatif untuk melakukan pembaharuan produk. Memerlukan alat-alat produksi yang memadai dengan biaya tinggi untuk menghasilkan produk mebel yang berkualitas baik. Munculnya persaingan produk-produk mebel, baik yang berasal dari pasar lokal maupun mancanegara. Terbatasnya tenaga kerja yang ahli dalam bidang mebel, yang mampu melakukan inovasi dan kreasi untuk mengikuti perkembangan zaman dan minat pasar. Harus memiliki strategi pemasaran dan promosi produk yang tepat, agar permintaan terhadap penjualan produk semakin meningkat. Tips Menjalankan Usaha Mebel bagi Pemula Setelah memahami kelebihan dan kelemahan bisnis ini, ada beberapa tips yang harus Anda lakukan sebagai seorang pemula. Salah satunya adalah pemilihan lokasi usaha yang tepat. Pemilihan lokasi usaha yang strategis dapat menunjang keberhasilan dan kelancaran usaha mebel yang Anda rintis. Carilah tempat usaha mudah dijangkau oleh pembeli dan merupakan kawasan yang ramai. Karena barang yang Anda jual termasuk benda-benda dengan volume besar, pilihlah lokasi yang mudah diakses kendaraan untuk memudahkan kegiatan distribusi barang. Meski begitu, mendapatkan lokasi usaha yang tepat bukanlah hal yang mudah karena tingginya harga sewa tempat yang ditawarkan. Selain memikirkan lokasi usaha yang tepat, Anda juga harus bisa memahami target pemasaran produk yang Anda jual. Jangan ragu untuk bertanya kepada orang yang memiliki pengalaman lebih dalam usaha mebel/furniture. Untuk meminimalkan kemungkinan kerugian yang terjadi, sebagai seorang pebisnis yang masih pemula, Anda harus selektif dalam memilih partner yang tepat. Jangan sampai rekan atau partner usaha Anda justru menghambat usaha yang Anda jalankan. Langkah selanjutnya, Anda harus mulai memikirkan strategi pemasaran produk. Setelah mengetahui target pasar, Anda harus memikirkan seperti apa produk yang disukai pembeli dan bagaimana pemasaran yang tepat agar penjualan produk meningkat. Salah satu cara yang paling mudah adalah promosi dengan media sosial. Anda hanya perlu mengunggah produk yang Anda tawarkan ke akun media sosial atau marketplace. Strategi pemasaran seperti ini terbilang efektif untuk memperkenalkan produk Anda dan menarik minat calon pembeli. Sesekali tidak ada salahnya untuk memberikan promo menarik berupa potongan harga kepada pembeli. Potongan harga atau diskon dipercaya efektif untuk menarik calon pembeli. Meski terbilang memiliki peminat yang rendah dan pesaing tidak terlalu banyak, Anda tetap tidak boleh lengah. Sebagai pelaku usaha Anda harus mampu menciptakan ide-ide yang kreatif dan inovatif, serta mampu mengikuti perkembangan zaman sehingga produk yang Anda jual selalu diminati konsumen. Usaha mebel merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan untuk ke depannya. Sama halnya, seperti usaha percetakan, usaha mebel akan terus mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya mengikuti perkembangan zaman. Peluang Usaha Mebel beserta Analisa Bisnis Terlengkap
Skip to content Produk Zahir AccountingZahir ERPZahir HRZahir POSPOSXPOS RestoDagang & DistribusiRitelKontraktorJasaResto & Coffee ShopTravelManufakturNirlabaMinimarketAkuntansiBisnisKeuanganMarketingLainnya Tips & TrikMarketingEtos KerjaProfesi & KarirEkonomiEntrepreneurshipCoba Zahir, Gratis 9 Strategi Memulai Usaha Mebel Agar Menguntungkan Home » 9 Strategi Memulai Usaha Mebel Agar Menguntungkan 9 Strategi Memulai Usaha Mebel Agar Menguntungkan Memulai usaha bisnis mebel memang tidaklah mudah. Tentu dalam menjalankan setiap bisnis memiliki trik yang berbeda. Hal ini juga termasuk pada bisnis mebel. Usaha bisnis mebel merupakan bisnis produk furniture yang mana bisnis ini termasuk jenis bisnis dengan modal yang tak sedikit. Anda mungkin membutuhkan modal yang tidak sedikit, namun Anda dapat berpeluang sangat sukses ke depannya jika Anda mengerti seluk beluk usaha bisnis mebel. Alasan Utama Memilih Usaha MebelDaftar Isi1 Alasan Utama Memilih Usaha Mebel2 Strategi Menjalankan Usaha 1. 2. 3. Strategi Bisnis yang 4. Target 5. Lakukan Pemasaran dan 6. Kualitas dan Harga 7. Menjalin Kerja 8. Bahan 9. Tenaga Kerja3 Kelebihan dan Kekurangan Usaha Kelebihan Usaha Kekurangan Bisnis Mebel4 Related posts Di Indonesia, permintaan akan furniture cukup tinggi sehingga permintaan yang beragam sangat banyak untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan rumah hingga kantor. Hal ini tentu akan didukung dengan semakin banyaknya penduduk di Indonesia yang juga meningkatkan daya beli masyarakat terhadap mebel ini. Maka, tidaklah heran jika bisnis ini memiliki sangat banyak peminat yang menjadikan persaingan ketat. Maka dari itu, bagi Anda yang merupakan pelaku bisnis bisa melakukan banyak pertimbangan agar usaha bisnis mebel berjalan dengan apa yang Anda inginkan. Sudah bukan rahasia lagi jika bisnis mebel termasuk dalam salah satu jenis bisnis yang menggiurkan dan berpeluang menghasilkan keuntungan yang besar. Apalagi industri mebel Indonesia sangat kreatif dan hasil produknya juga diperhitungkan kualitasnya baik di lokal maupun luar negeri. Jenis mebel yang dihiasi dengan ukiran-ukiran tradisional ternyata menarik banyak peminat dari luar negeri yang gemar dengan produk penuh dengan karya seni. Maka tak heran, produk mebel Indonesia juga sudah menembus pasar ekspor dan bahkan angka permintaan ini terus meningkat. Dengan kondisi seperti ini, jelas bisnis mebel sangat menjanjikan untuk ke depannya. Ditambah lagi jangkauan pemasaran produknya yang sudah cukup luas. Strategi Menjalankan Usaha Mebel Memulai bisnis mebel saat ini bisa dibilang cukup mudah. Banyak saluran-saluran pemasaran yang dapat digunakan untuk mendongkrak penjualan. Namun, dalam menjalakan bisnis ini Anda pun harus hati-hati. Modal yang tidak sedikit harus bisa digunakan untuk menjalankan bisnis mulai dari produksi hingga pemasaran. Untuk memudahkan Anda dalam melihat bagaimana cara memulai atau menjalankan usaha mebel ini, Anda dapat menerapkan strategi ini. Hal yang perlu Anda perhatikan dalam menjalankan bisnis mebel, antara lain adalah sebagai berikut 1. Modal Modal adalah hal terpenting pertama untuk memulai usaha bisnis mebel. Peluang bisnis mebel sangat bagus di Indonesia namun membutuhkan modal yang lumayan besar. Mengapa? Karena bahan baku yang tidak murah menjadi alasannya. Selain itu, proses pembuatan juga cukup sulit terlebih lagi jika furniture tersebut memiliki detail yang tidak biasa. Maka dari itu, pelaku bisnis mebel harus sangat memperhatikan hal penting ini sebelum mulai menjalankannya. Jika Anda belum memiliki modal yang cukup, maka bisa mengajukan peminjaman terhadap bank-bank tertentu yang menyediakan pinjaman modal. Umumnya, pebisnis memulai modal mereka dari sini. 2. Lokasi Selain memperhatikan modal saat Anda ingin menjalankan usaha bisnis mebel, Anda juga harus memperhatikan lokasi tempat bisnis. Pastikan tempat bisnis Anda cukup strategis. Lokasi yang strategis bisa sangat berpengaruh pada pendapatan bisnis. Pemilihan lokasi yang tepat tentu akan mempermudah konsumen dalam mendapatkan produk Anda. Maka dari itu, Anda bisa melakukan hal semaksimal mungkin untuk mendapatkan keuntungan yang banyak dengan memilih lokasi bisnis yang ramai dan juga mudah dihampiri oleh banyak konsumen. Sebaiknya pemilihan lokasi juga sesuai dengan target pasar Anda ya. 3. Strategi Bisnis yang Tepat Sebagi pebisnis, Anda juga harus merencanakan strategi yang pas untuk bisnis Anda di masa depan. Misalnya, jika ada masalah yang berhubungan dengan usaha mebel kecil Anda, maka seharusnya Anda sudah menyiapkan segala cara yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Selain itu, Anda juga harus bisa membaca peluang bisnis dari usaha mebel ini. Hal ini bertujuan agar mampu memperluas target penjualan mebel Anda. Seperti yang dikatakan sebelumnya jika peluang usaha bisnis mebel sangatlah berpeluang bagus di masa depan. Karena seperti yang diketahui, kini banyak sekali orang yang berinvenstasi akan rumah hingga apartemen sehingga sangat dibutuhkan furniture yang bagus. Orang-orang yang membeli rumah atau berinvestasi dengan property adalah target konsumen yang bagus. Anda bisa menawarkan produk secara langsung maupun tidak untung menjangkau konsumen tersebut. 4. Target Pasar Hal penting lainnya saat Anda menjalankan bisnis mebel adalah dengan mengamati target pasar. Dalam berbisnis apa pun, maka sebaiknya pastikan terlebih dahulu target pasar agar proses pelaksanaan bisnsi bisa berjalan dengan tepat sasaran. Selain itu, Anda bisa lebih fokus dan mengerti usaha bisnis mebel seperti apa yang tepat untuk diproduksi dan konsumen seperti apa yang sesuai dengan target pasar. Untuk itu, target pasar adalah pertimbangan yang sangat penting pada usaha bisnis mebel Anda. 5. Lakukan Pemasaran dan Promosi Saat memulai dan menjalankan usaha mebel kecil, maka Anda juga harus menentukan segmen-segmen pasar tertentu yang bisa membantu untuk bisa memutuskan dan menentukan strategi dalam promosi pemasaran produk yang Anda jual secara efektif dan efisien. Pada saat promosi, maka Anda tidak hanya bisa menyerahkan brosur ke perusahaan atau beberapa tempat lain saja. Anda juga bisa mempromosikan bisnis mebel melalui media internet dan elektronik, seperti media sosial Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, dll. Dengan begitu, produk yang Anda jual akan lebih mudah diketahui banyak orang di luaran sana, artinya bukan hanya konsumen di kota Anda saja. Tak hanya itu, ketika Anda menggunakan media sosial sebagai media promosi dan pemasaran, sebaiknya jangan lupa untuk berbagai ke konsumen tentang kelebihan hingga kualitas yang membedakan usaha mebel Anda dari yang lain. Dengan cara ini, konsumen bisa percaya dengan mudah dan mengetahui perbedaan keunggulan mebel Anda. 6. Kualitas dan Harga Sebanding Agar bisa menjangkau konsumen lebih banyak, maka Anda juga harus cermat dalam menentukan harga dari kualitas yang Anda miliki dari usaha mebel kecil tersebut. Karena seperti yang kita tahu, masyarakat kini sangat pintar dalam memilih barang yang mereka inginkan. Untuk itu harga dan kualitas seharusnya sebanding dengan kualitasnya. Anda tak perlu meninggikan harga jika dirasa usaha mebel kecil Anda tidak memiliki kualitas yang tinggi juga. Jika furniture ingin dijual dengan harga yang tinggi, maka sebaiknya mulai sedari diri untuk mengedepankan kualitas. Dengan demikian, harga juga akan mengikuti kualitas tersebut secara otomatis. Selain itu, kualitas yang baik bisa membuat usaha mebel kecil Anda mampu bersaing dengan pelaku bisnis lainnya dengan kualitas yang tentunya juga sebanding dengan harga yang ditawarkan. Tentunya, hal ini akan menjadikan bisnis lebih unggul dan dipercaya oleh banyak konsumen. 7. Menjalin Kerja Sama Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, sebagai pebisnis, Anda harus memiliki trik strategi yang pas dalam usaha mebel kecil Anda. Contohnya adalah dengan bisa melihat peluang bisnis mebel yang menurut Anda bisa meningkatkan pendapatan bisnis ini. Hal ini akan berjalan lebih maksimal jika Anda bisa menjalin kerja sama dengan banyak perusahaan yang bergerak di bidang investasi perumahan, hotel, apartemen hingga restoran. Hal ini tentu harus Anda ketahui bahwa pasti sebuah perusahaan di atas akan membutuhkan furniture untuk menunjang bisnis mereka. Maka dari itu, peluang usaha bisnis kecil sangatlah tinggi mengingat banyak sekali bidang usaha lain yang membutuhkan produk ini. Dengan demikian, sebenarnya tidak ada salahnya untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan di bidang usaha tersebut. Adanya kerja sama ini, diharapkan usaha mebel kecil Anda bisa berjalan dengan lancar dalam meraih kesuksesan. 8. Bahan Baku Usaha mebel sudah pasti sangat bergantung dengan bahan baku kayu. Untungnya jarang sekali ditemui tentang kasus mengenai kelangkaan kayu sehingga kondisi bisnis di Indonesia ini sangat tepat untuk para pebisnis mebel. Namun, bahan baku mebel tidak hanya dari kayu saja. Masih ada beberapa bahan yang bisa digunakan sebagai bahan baku, seperti Medium Densitey Fireboard dan Rotan. Produk mebel dari bahan rotan merupakan salah satu produk yang cukup diminati oleh market luar negeri. Akan tetapi dalam mengolah rotan menjadi sebuah produk mebel yang berkualitas tinggi membutuhkan skill khusus. Karena pastikan pula Anda memiliki tenaga ahli yang dapat memanfaatkan rotan sebagai bahan baku produk mebel. 9. Tenaga Kerja Berbisnis di bidang usaha mebel tentu membutuhkan tenaga kerja. Pastikan dalam menjalankan bisnis ini, Anda didukung oleh tenaga kerja yang terampil. Kalau pun misalnya Anda mempekerjakan tenaga kerja baru yang minim pengalaman, siapkan fasilitas untuk belajar untuk meningkat skill mereka. Karena terjun ke bisnis mebel ini membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan kreatif. Kelebihan dan Kekurangan Usaha Mebel Meskipun usaha mebel menawarkan keuntungan yang menjanjikan, di sisi lain bisnis ini juga punya risiko yang tidaklah kecil. Untuk Anda yang ingin memasuki bisnis ini, sebaiknya kenali seluk beluk bagaimana menjalankan bisnis ini mulai dari hulu ke hilirnya. Dan guna memudakan Anda dalam melakukan pertimbangan sebelum terjun ke bisnis mebel, berikut beberapa kelebihan dan kekurangan usaha mebel. Kelebihan Usaha Mebel Menjalankan bisnis mebel jelas akan memberikan banyak keuntungan untuk Anda. Terlebih lagi jika usaha mebel Anda sudah memiliki beberapa klien potensial dan target pasar yang sudah jelas. Dan berikut beberapa kelebihan dari usaha mebel, yaitu Menjanjikan profit bisnis yang menguntungkan Angka permintaan cenderung meningkat setiap tahunnya Target market luas, baik itu domestik maupun mancanegara Pemasaran cukup mudah Mudah memberikan nilai tambah pada produk mebel Kekurangan Bisnis Mebel Meski menjanjikan keuntungan yang menggiurkan, bisnis mebel juga memiliki risiko yang tidak kecil. Oleh karena itu, dalam menjalankan bisnis mebel, Anda harus punya road map bisnis yang jelas, terutama pada masalah penjualan. Adapun beberapa kekurangan menjalankan bisnis mebel adalah sebagai berikut Membutuhkan pekerja yang handal Pengerjaan produk relatif lama Tingkat persaingan bisnis cukup tinggi Kebutuhan modalnya cukup besar Butuh lokasi yang cukup strategis untuk pemasaran offline Kesimpulan Sudah siap menjalankan bisnis mebel? Dengan beberapa informasi di artikel ini, tentunya Anda memiliki gambaran bagaimana cara menjalankan bisnis mebel yang tepat. Dalam memulai bisnis mebel, jangan hanya tertarik dengan potensi keuntungan yang ditawarkan oleh bisnis ini. Karena bagaimanapun sukses tidaknya bisnis tetap bergantung pada sebaik apa Anda mengelola bisnisnya dan juga marketingnya. Pastikan Anda mampu membangun demand untuk bisnis mebel Anda. Anda juga bisa bekerja sama dengan developer perumahan atau apartemen untuk memasok produk Anda. Anda pun juga bisa memperluas pemasaran produk dengan melakukan ekspor. Setelah Anda memiliki strategi yang tepat atas usaha mebel kecil yang sedang dijalani atau baru dimulai, maka coba lengkapi dengan pemilihan software akuntansi yang tepat pula. Software akuntansi bisa membantu Anda untuk mengatur keuangan dengan lebih efektif dan efisien. Dengan pemilihan software akuntansi yang tepat, pengelolaan ekonomi pada usaha mebel kecil Anda bisa berjalan lebih lancar dan baik. Salah satu software akuntansi yang bisa Anda coba pilih adalah Zahir Accounting. Ada banyak fitur yang mempermudah pengerjaan pengelolaan laporan keuangan bisnis. Related posts
Yogyakarta - Industri mebel dan kerajinan membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama yang ahli dalam penggarapan akhir mebel atau finishing. Sebab, penggarapan akhir merupakan puncak karya yang marketable.“Industri mebel meminta kami untuk melatih tenaga kerja, terutama di finishing. Itu kebutuhan yang mendesak,” kata Tevi Dwi Kurniaty, Kepala Balai Diklat Industri Yogyakarta, di sela-sela pelatihan tenaga kerja, Rabu, 30 Mei Industri Mebel dan Kerajinan Jadi Tumpuan Saat Krisis Industri Furniture Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia Asmindo menggandeng Kementerian Perindustrian untuk melatih hingga melakukan uji kompetensi bagi tenaga kerja di bidang mebel. Setiap pelatihan diikuti 50-an peserta. Mereka dilatih hingga mahir dan mendapatkan sertifikat mahir di dilatih lewat pendidikan vokasi keahlian melalui program link and match dengan sekolah menengah kejuruan yang mempunyai jurusan perkayuan dan mesin. Selain itu dengan melakukan pendidikan dan pelatihan three in one berbasis pendidikan, sertifikasi keahlian, serta penempatan.“Karena ini permintaan industri, setelah ikut pelatihan bisa langsung kerja,” ujar Standard pendidikan dan pelatihan ini mengacu pada Sistem Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang industri furnitur yang sudah ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan. Setiap unit kompetensi harus diujikan untuk kemudian mendapatkan sertifikat keahlian yang dikeluarkan Badan Nasional Standardisasi Ketua Asmindo Daerah Istimewa Yogyakarta Irsyam Sigit Wibowo, keahlian dalam finishing mebel memang sangat penting. Sebab, hasil akhir produk mebel inilah yang bisa menaikkan harga menjelaskan, meskipun industri mebel diserang perusahaan besar dari luar negeri, perajin mebel masih tetap bertahan. Nilai ekspor mebel dua tahun lalu mencapai US$ 1,8 miliar. Sedangkan tahun lalu diakui turun menjadi US$ 1,6 miliar.“Secara nasional, ekspor mebel paling tinggi masih ke Cina, Amerika, lalu Eropa. Kami membuka peluang ekspor ke Eropa timur,” ucap Irsyam.
Sebelum bicara lebih jauh terkait peluang usaha, coba simak beberapa pengertian menurut para ahli tentang peluang usaha. Peluang usaha terdiri dari 2 kata, yaitu peluang dan usaha, dalam bahasa indonesia peluang bisa dikenal dengan istilah kesempatan dan usaha diartikan sebagai upaya untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Jika diartikan secara bersama, peluang usaha merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk menghasilkan sesuatu hal yang diinginkan dan mengacu pada sebuah peluang atau kesempatan. Saat ini menemukan peluang untuk berbisnis bukanlah hal yang sulit. Jika zaman dulu mungkin kebanyakan orang akan kesulitan terkait pemasaran, saat ini internet telah menyediakan dan memberikan media untuk memasarkan usaha anda. Sejalan dengan itu para anak muda atau akrab disebut dengan milenial kini semakin banyak berinovasi dengan bisnis yang mereka satu bisnis yang saat ini banyak digemari adalah bisnis yang berkaitan dengan rumah atau properti. Bersamaan dengan meningkatnya permintaan rumah peluang bisnis untuk para pengusaha mebel atau alat bangunan juga semakin tinggi. Sebagian orang beranggapan bahwa mebel lebih dari sekedar pelengkap rumah melainkan memiliki nilai seni yang tinggi. Minat masyarakat akan hal itu juga semakin meningkat. Hal ini tentu tidak bisa diabaikan begitu saja, mengingat usaha mebel saat ini tengah mengapa usaha mebel jadi sangat memiliki peluang? Tentu saja karena semua orang yang memiliki tempat tinggal membutuhkan meja, kursi, dan lain-lain untuk melengkapi tempat tinggal mereka. setelah melihat tingginya peluang usaha mebel, mari coba kita perhatikan kiat-kiat untuk anda yang hendak memulai usaha mebel Tips Usaha Mebel Yang Sukses 1. Siapkan Modal Apapun bentuknya, Semua usaha pastilah membutuhkan modal. Untuk Jenis Usaha seperti mebel mungkin akan membutuhkan modal yang cukup besar. Hal pertama yang harus anda pertibangkan adalah bahan baku yang cukup mahal dan biaya produksi yang terbilang cukup rumit. Selain hal tersebut anda juga harus menyiapkan dana untuk membayar pekerja, bahkan untuk sekali produksi anda membutuhkan dana yang lumayan. Maka dari itu untuk memulai usaha mebel pastikan dana yang anda miliki bisa mengcover semua yang anda butuhkan. 2. Menentukan lokasi Jika modal sudah siap, anda perlu meninjau lokasi untuk memulai bisnis online. Bahkan jika anda menargetkan untuk gunakan internet marketing, anda tetap butuh tempat untuk produksi bukan ? jadi pertimbangkan baik-baik mengenai lokasi, karena lokasi yang strategis dan mudah dijangkau akan memberikan anda banyak peluang. 3. Tinjau ulang harga pasar Sebelum anda memulai produksi, pastikan anda sudah melakukan peninjauan untuk harga pasar. Hal ini penting untuk anda lakukan agar produk yang anda jual bisa bersaing dengan harga pasar. Pastikan setiap produk yang anda jual tidak dibandrol dengan harga yang terlalu tinggi dari yang lain. Sebagai pemula anda sangat perlu untuk menyesuaikan dengan harga dan kualitas yang anda miliki. Baca juga 5 Panduan Tepat Membuat Biaya Sewa Truk Tetap Murah 4. Kreatif dan inovatif Melihat banyaknya saingan yang ada, salah satu strategi yang harus anda gunakan adalah menjadi kreatif dan inovatif. Dalam pembuatan mebel, usahakan untuk selalu update model dan mengeluarkan inovasi baru. Hal itu bisa menarik banyak pelanggan karena sejatinya mereka selalu menginginkan pembaruan. 5. Strategi pemasaran yang cerdas Dalam melakukan usaha, anda juga sangat perlu memperluas wawasan anda mengenai strategi pemasaran. Usaha mebel akan terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Dalam melakukan pemasaran, anda dituntut untuk menggunakan strategi yang cerdas. Salah satu bagian dari strategi adalah lakukan kerjasama dengan orang yang cukup berpengaruh. Melakukan kerjasama bisa memberikan impact pada usaha anda dan menjadikannya lebih dikenal oleh orang lain. Dengan begitu anda bisa memanfaatkan internet marketing sebagai strategi lain dalam penjualan. Pasarkan produk anda melalui internet dengan menggunakan sosial media atau bahkan jika diperlukan buat website atas nama usaha anda sendiri. Apa bisa usaha mebel menggunakan strategi pemasaran online ? bagaimana cara mengirim barang-barang dalam ukuran besar dan dengan jumlah yang banyak ? Gampang kok, anda hanya perlu mencari partner kerjasama dari bidang ekspedisi yang bisa mengantarkan produk anda pada para pelanggan. Kargo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi untuk pengiriman dalam jumlah besar dengan jangkauan luar kota yang luas. Di Kargo anda akan menemukan rekan bisnis yang biasa disebut sebagai transporter dan bersedia mengantarkan kemanapun anda mau. Dengan begitu, anda akan memiliki jangkauan yang lebih luas untuk penjualan anda.
Perekonomian di Indonesia mengalami banyak perubahan cukup signifikan dari tahun ke tahun, yang membuat berbagai sektor mengalami pertumbuhan ekonomi yang cenderung menurun, baik industri besar, UMKM, serta usaha mikro menengah diantaranya pengrajin mebel. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan bisnis pengrajin mabel Desa Trangsan. Metode penelitian yang digunakan untuk artikel ialah metode wawancara serta pegamatan secara langsung, data yang didapatkan dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa cara meningkatkan bisnis pengrajin mabel adalah dengan memperluas target pemasaran melalui kerja sama dengan investor, melakukan promosi dan pemasaran melalui online maupun offline, meningkatkan kualitas serta terus mengembangkan inovasi. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free !EastasouthJournalofInnovativeCommunityServicesVol.01,No.02,Februari,2023,pp.42-46Meningkatkan Bisnis Pengrajin Mebel Desa Trangsan Alfrida Aprilianti1, Arum Ambar Sari2, Fatimah Nur Cahyani3, Tiara Duta Vilani4, Aris Prio Agus Santoso5 1,2,3,4,5Universitas Duta Bangsa Surakarta *Corresponding author E-mail nurf28424 Fatimah Nur Cahyani* Article History Received Feb 2023 Revised Feb 2023 Accepted Feb 2023 Abstract Perekonomian di Indonesia mengalami banyak perubahan cukup signifikan dari tahun ke tahun, yang membuat berbagai sektor mengalami pertumbuhan ekonomi yang cenderung menurun, baik industri besar, serta UMKM atau usaha mikro kecil menengah di antaranya pengrajin mebel. Kerajinan yang terbuat dari bahan alami seperti rotan, kayu, dan bambu sendiri masih kurang permintaan pasarnya. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem strategi pemasaran pada bisnis pengrajin mebel Desa Trangsan. Dengan subjek para pengrajin mebel Desa Trangsan, menggunakan metode penelitian wawancara serta metode analisis data wacana untuk melakukan penelitian. Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan para pengrajin mebel kurang maksimal, maka dari itu beberapa cara untuk meningkatkan strategi pemasaran bisnis pengrajin mebel dengan memperluas target pemasaran melalui kerja sama dengan investor, melakukan promosi dan pemasaran melalui online maupun offline, meningkatkan kualitas serta terus mengembangkan inovasi.. Bisnis, Pengrajin mebel, Desa Trangsan PENDAHULUAN Industri mebel furniture adalah industri yang mengolah bahan baku atau bahan setengah jadi kayu, rotan, dan bahan alam lainnya. Industri mebel merupakan industri dasar yang dalam proses industrinya menggunakan peralatan sederhana dan memerlukan banyak tenaga mebel. Pengrajin mebel merupakan orang yang membuat perabotan rumah tangga yang digunakan sebagai alat untuk mendukung tubuh manusia dalam menyimpan atau menampilkan barang, dan membagi ruang. Mebel merupakan perabotan rumah tangga yang diperlukan, berguna atau disukai seperti barang atau benda yang dapat dipindah-pindahkan dan berguna untuk melengkapi rumah, kantor, dan sebagainya. Desa Trangsan merupakan desa yang memiliki banyak sumber daya rotan, hal !Vol.01,No.02,Februari,2023,pp.42-4643 inilah yang menjadikan Desa Trangsan sebagai desa pengrajin mebel. Dengan banyaknya sumber daya rotan, masyarakat setempat memanfaatkan rotan tersebut menjadi sebuah kerajinan yang bermanfaat. Adapun produk yang biasanya banyak dibuat yaitu meja, kursi, furniture, serta masih banyak lainnya. Pemanfaatan dari sebuah rotan menjadi sebuah barang yang memiliki nilai yang lebih dari yang sebelumnya merupakan tujuan dari para pengrajin dari Desa Trangsan. Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa Desa Trangsan merupakan desa pengrajin mebel yang memiliki banyak jenis produk untuk rumah, kantor, dan sebagainya. Hal yang menarik dari penelitian ini adalah perbedaan bisnis pengrajin mebel Desa Trangsan dari sebelum pandemi Covid-19 serta setelah pandemi. Dari hal ini peneliti menyimpulkan rumusan masalah dalam penelitian kali ini adalah “Bagaimana Cara Meningkatkan Bisnis Pengrajin Mebel Desa Trangsan?”. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu cara kerja bisnis pengrajin mebel Desa Trangsan serta cara meningkatkan bisnis pengrajin mebel Desa Trangsan dari sebelum pandemi Covid-19 setelah pandemi Covid-19. METODE Pelaksanaan penelitian ini menggunakan desain penelitian survei. Di mana kami menggunakan pendekatan secara deskriptif, tanpa menggunakan angka melainkan menggunakan data dari wawancara secara langsung. Dalam penelitian ini kami menggunakan para pengrajin mebel Desa Trangsan sebagai subjek penelitian yang kami lakukan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara serta pengamatan secara langsung. Metode wawancara merupakan sebuah teknik pengambilan data yang dilakukan dengan menggunakan format pertanyaan yang sudah tersusun dan akan diajukan secara langsung lisan kepada narasumber yang bertujuan untuk melengkapi artikel ini. Metode analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis wacana, yang memungkinkan terjadinya interaksi antara subjek penelitian dengan peneliti. HASIL Industri bisnis mebel di Desa Trangsan dikategorikan dua kelompok pelaku usaha, yaitu kelompok bisnis mebel skala besar dan kelompok bisnis mebel skala kecil. Untuk kelompok industri kecil masih mempunyai keterbatasan, seperti pemasaran yang belum efektif dan tenaga kerja yang terbatas. !Vol.01,No.02,Februari,2023,pp.42-4644 Tujuan dari penelitian dengan metode wawancara yang telah dilakukan adalah untuk mengetahui potensi yang sudah dimiliki oleh pengrajin mebel di Desa Trangsan yang kemudian dianalisis untuk mengurangi risiko terjadinya kerugian yang didapat karena kurangnya perhatian terhadap faktor-faktor kecil yang menghambat proses produksi dan memberikan solusi yang mungkin dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha mebel. Selain itu metode wawancara juga dirasa lebih mudah untuk memungkinkan terjadinya interaksi antara subjek penelitian dengan peneliti. Data yang dihasilkan juga lebih akurat dan tepat karena langsung berhubungan dengan subjek yaitu para pengrajin mebel. Gambar 1. Produk Bisnis mebel di Desa Trangsan Bisnis mebel di Desa Trangsan mempunyai berbagai macam produk yang diproduksi dan ditawarkan, seperti meja dan kursi makan, kursi teras, kursi tamu, aksesoris, dan banyak produk lainnya. Dalam pembuatan mebel menggunakan berbagai macam bahan baku, seperti rotan, bambu, dan kayu Fitria, 2019. Usaha mebel yang dijalankan ini menggunakan konsep made by order, yaitu mereka akan membuat produk mebel tersebut jika terdapat pesanan. Kelemahan bisnis mebel Desa Trangsan antara lain kurang maksimalnya perencanaan efisiensi waktu, tenaga kerja terampil yang masih terbatas, modal usaha yang belum memadai, serta aktivitas promosi produk yang belum maksimal Riskiani, 2014. Di sisi lain, bisnis mebel di Desa Trangsan memiliki banyak kekuatan, antara lain keterampilan Sumber Daya Manusia yang mumpuni, harga produk yang bersaing, kualitas mutu produk yang baik, dapat membuat produk sesuai permintaan pembeli, serta jangkauan penjualan produk yang luas Fauzan, 2021. Terdapat pula peluang yang dimiliki untuk meningkatkan pertumbuhan usaha bisnis mebel yang dijalankan, seperti tempat usaha yang letaknya strategis, masyarakat yang memiliki minat beli tinggi, dukungan yang didapat dari organisasi !Vol.01,No.02,Februari,2023,pp.42-4645 pemerintah, dan teknologi yang membantu memudahkan proses produksi. Namun, pelaku usaha juga harus waspada akan adanya ancaman dari bisnis mebel yang digeluti, seperti contoh persaingan bisnis mebel dengan perusahaan yang besar, persaingan dengan pelaku usaha mebel lokal, sulitnya mendapat bahan utama mebel, tidak menentunya biaya dari bahan utama, tak sehatnya persaingan harga yang ada, serta perekonomian yang kondisinya tidak stabil. Untuk itu, berikut ini beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha mebel. Yang pertama, pelaku bisnis mebel bisa memproduksi produk anyar yang belum umum terdapat di pasaran Budiharjo et al., 2015. Kemudian, memanfaatkan dukungan yang didapat dari pemerintah, melakukan kerja sama dengan industri lain yang sejenis, menyimpan persediaan bahan baku agar terhindar dari sulitnya mendapatkan bahan baku, serta melakukan promosi produk melalui bermacam media atau platform yang tersedia. Pengrajin mebel juga bisa melakukan pemasaran dan pendistribusian dari produk mebel ke luar negeri atau dengan kata lain tidak hanya dalam negeri saja. Cara yang dapat diterapkan dengan melakukan ekspor di negara-negara lain agar produk yang diciptakan lebih banyak dikenal orang, sehingga akan lebih besar kemungkinan bisnis mebel yang dijalankan berkembang pesat Hufaida, 2021. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai referensi pengambilan keputusan dalam proses menjalankan dan mengembangkan usaha mebel para pengrajin, memberikan informasi mengenai peluang dan strategi yang dapat diterapkan agar meningkatkan keuntungan bisnis mebel. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa analisis sistem strategi pemasaran bisnis pengrajin mebel kurang maksimal, maka dari itu ada beberapa strategi pemasaran yang dapat di explor lagi untuk meningkatkan daya saing barang menjadi lebih meningkat, di antaranya yaitu berupa 1. Memperluas target pasar Dengan adanya target pasar, produsen dapat menentukan nilai harga serta lebih terorganisir. 2. Mempromosikan Mempromosikan/pemasaran produk ini biasanya memperkenalkan kepada konsumen supaya konsumen tertarik kepada produk. Promosi/pemasaran bisa dilakukan dengan dua cara, yakni secara online atau !Vol.01,No.02,Februari,2023,pp.42-4646 melalui digital dan secara offline atau secara langsung, 3. Meningkatkan kualitas produk Memberikan efek yang besar pada produk atau menambah kegunaan atau manfaat yang besar dalam produk. Pengakuan/Acknowledgements Banyak pihak yang terlibat aktif dalam terwujudnya pengabdian ini, maka penulis mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu mewujudkan proses pengabdian ini hingga akhir. Daftar Referensi Budiharjo, A., Wahyudi, E., & Ulum, A. R. 2015. Penerapan strategi bauran pemasaran pada mebel ud. jati indah di jember. I, Ndah D Bisnis, Ilmu AdminiJember, Istrasi Ilmu, Fakultas Politik, Ilmue Unej, Universitas Jembr, 1–14. Fauzan, N. U. R. 2021. Studi Kasus Ukm Rotan Desa Trangsan. Fitria, F. 2019. Strategi Pemasaran Pelaku Industri Mebel dalam Menghadapi Persaingan Revolusi pada UD Salama Mebel Karduluk di Kabupaten Sumenep. Artikel Skripsi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Wiraraja. Hufaida, N. 2021. Strategi Pemasaran Mebel Untuk Meningkatkan Penjualan Ditinjau Dari Ekonomi Islam Studi Kasus Zaimah Mebel Pengaron Desa Guntung …. NUR Riskiani, S. 2014. Strategi Pengembangan Produk Olahan Rotan. 21, 85–90. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this BudiharjoE WahyudiA R UlumBudiharjo, A., Wahyudi, E., & Ulum, A. R. 2015. Penerapan strategi bauran pemasaran pada mebel ud. jati indah di jember. I, Ndah D Bisnis, Ilmu AdminiJember, Istrasi Ilmu, Fakultas Politik, Ilmue Unej, Universitas Jembr, Pemasaran Mebel Untuk Meningkatkan Penjualan Ditinjau Dari Ekonomi Islam Studi Kasus Zaimah Mebel Pengaron Desa Guntung …N HufaidaHufaida, N. 2021. Strategi Pemasaran Mebel Untuk Meningkatkan Penjualan Ditinjau Dari Ekonomi Islam Studi Kasus Zaimah Mebel Pengaron Desa Guntung …. NUR Pengembangan Produk Olahan RotanS RiskianiRiskiani, S. 2014. Strategi Pengembangan Produk Olahan Rotan. 21, 85-90.
usaha pengrajin mebel banyak membutuhkan tenaga yang ahli